ARTIKEL PENDIDIKAN ISLAM

“UPAYA PENGEMBANGAN KECERDASAN GENERASI MILENIAL SETELAH MASA PANDEMI DENGAN METODE SPIRITUALITAS”
Oleh: Tien Supriyani, S.Pd.I 

    Kecerdasan menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey dalam bukunya Psikologi Kenabian menyatakan bahwa kecerdasan atau intelegensi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk memecahkan persoalan-persoalan hidupnya (problem solving) yang mencakup persoalan pribadi,keluarga,sosial,ekonomi,dan lainnya,namun tidak mencakup persoalan-persoalan individu dengan persoalan-persoalan spiritualnya. Dalam konsep ajaran agama islam,permasalahan-permasalahan yang senantiasa dialami oleh setiap manusia tak akan terlepas dari persoalan-persoalan mental atau kejiwaan yang berhubungan dengan lingkungan yang bersifat horizontal saja,akan tetapi juga mencakup persoalan spiritual dan keyakinan religiusitas.
  Dilihat dari grafik dan presentase nilai dan prestasi dari setiap sekolah tak dapat dipungkiri bahwasannya tingkat kecerdasan anak akhir-akhir ini menurun,selain dari faktor sistem pendidikan daring yang cukup lama di era pandemi ini, namun juga disebabkan dari globalisasi bebas terutama keseringan dan kecanduan seorang anak sekolah dalam pemakaian gadget yang berlebih tidak pada fungsinya. Hal itu berdampak buruk dengan tingkat kecerdasan dan menjadikan keterlambatan berfikir anak yang saat ini sangat malas dan kurangnya minat baca buku apalagi untuk belajar. Selain itu juga mempengaruhi kepribadian dan juga ibadah dari anak itu sendiri. Hal ini bisa dilihat pada beberapa kasus yang terjadi seperti kasus kecanduan gadget di Jabar. Ada juga merebaknya tindak asusila yang dilakukan anak di bawah umur mengacu pada penggunaan internet di luar pengawasan orang tua.
    Tentunya sangat miris dan ini menjadi tantangan penting bagi tenaga pendidik apalagi bagi para Guru Pendidikan Agama Islam yang dimana dituntut untuk berkonstribusi menjadikan anak didiknya menjadi insan yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhak mulia. Disamping sangat sulitnya memberikan pengajaran yang efektif maka perlu diberikan pengembangan kecerdasan anak yang bukan melulu selalu dengan belajar menulis atau membaca buku melainkan dengan memberikan metode pengembangan kecerdasan dengan menteladani akhlak kenabian. Maka dari itu eksistensi kecerdasan kenabian sangatlah penting diterapkan bagi anak didik untuk memecahkan persoalan-persoalan hidup di masa yang akan datang.
  Rasulullah Saw telah membimbing manusia agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan,baik yang ada hubungannya dengan pencipta-Nya ataupun ciptaan-Nya. Nabi Muhammad SAW tidak akan dapat menyelesaikan masalah pada masa jahiliyyah kala itu bahkan mungkin tidak mampu memberikan solusi dari berbagai persoalan umat,jika beliau tidak memiliki kecerdasan yang tinggi. Padahal Nabi Muhammad sendiri tidak bersekolah bahkan tidak bisa membaca dan menulis. Lalu darimana beliau mendapatkan ilmu kecerdasan tersebut? Pastinya dari Zat yang Maha Luas ilmunya. Sebab konsep kecerdasan kenabian bukan hanya semata-mata melalui proses belajar menulis,membaca layaknya manusia kebanyakan,akan tetapi melalui proses pembelajaran ketuhanan yang bermuara pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Contoh lain kecerdasan kenabian seperti kemampuan dan kecerdasan Nabi Nuh As. dalam membuat kapal,padahal saat itu tidak ada tempat pendidikan yang mengajarkan tentang teknologi perkapalan. Nabi Nuh pun juga tidak pernah belajar merakit kapal sebelumnya. Kemudian ada lagi kemampuan Nabi Ibrahim As. dan Nabi Ismail As. membangun ka’bah di mekkah,yang pada masa itu juga belum ada pendidikan pembangunan dan infrastruktur. Nah,inilah tidak lain kecerdasan dan kemahiran para nabi tersebut adalah karena semata-mata dalam bimbingan dan pengajaran Allah SWT.
   Kecerdasan seperti ini memang terlalu tinggi untuk dicapai manusia awam dan memang keistimewaan ini khusus diberikan untuk para nabi. Kendati demikian, pengembangan potensi kecerdasan kenabian ini perlu dipelajari. Bukan untuk hasil yang diperoleh akan tetapi upaya untuk ingin mempelajari dan menerapkan eksistensi tersebut sebagai nilai yang perlu dibangun guna mengatasi minimnya kualitas kecerdasan,pendidikan zaman kini. Di era modern saat ini, kepandaian dalam membaca dan menulis saja dirasa belum cukup untuk meningkatkan kecerdasan, melainkan perlu adanya spirit intelegensi yang mampu membangun kejiwaan spiritual generasi milenial muslim saat ini. Oleh karenanya,perlu adanya upaya meningkatkan kualitas kesehatan ruhaniah pada setiap diri anak didik. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan 3 metode dasar yakni :
1. Meningkatkan Kualitas Iman
Yaitu daya atau kekuatan untuk mengimani,mempercayai dan meyakini tentang ketauhidan Allah SWT melalui perenungan,pengamatan,dan memahami secara mendalam tentang bukti-bukti adanya wujud Allah SWT melalui ilmu tauhid,makrifat(mengenal sifat allah),meningkatkan daya keimanan dan pemahaman yang luas ke enam rukun iman,serta mengikuti keteladanan para nabi-Nya khususnya Rasulullah Saw.
2. Meningkatkan Kualitas Ketakwaan
Yaitu daya atau kekuatan untuk memelihara hak-hak Allah SWT dengan meningkatkan pengamalan ibadah shalat,puasa,zikir,do’a,membaca Al-Qur’an,zakat,dan haji dengan kuantitas dan kualitas tauhid. Meninggalkan segala yang dilarang sekecil apapun maksiat. Artinya iktikad pengamalan semua ibadah itu semata-mata dilakukan dari Allah,bersama Allah,dan kepada Allah.
3. Meningkatkan Kualitas Akhlak Terpuji
Yaitu daya kekuatan untuk melahirkan etika tingkah laku,perbuatan,tindakan,dan sikap yang dapat mendatangkan kerahmatan,kasih sayang,kedamaian,keamanan,ketenangan,ketertiban,dan kesejukan bagi seluruh makhluk dan alam semesta.
   Oleh karena itu,diharapkan Guru atau pendidik mampu menerapkan ketiga metode tersebut kepada anak didik di dalam lingkungan formal maupun non formal sebagai benteng melawan pengaruh buruk digitalisasi dan perubahan zaman yang bisa dibilang berakibat minimnya kecerdasan dan moral anak bangsa ini. Insya Allah jika ketiga metode ini dapat dilakukan dengan konsisten,tabah(sabar),disiplin,dan dibawah bimbingan ahlinya,maka secara perlahan-lahan namun pasti Allah SWT akan menghadirkan kecerdasan dalam diri yaitu Nur(cahaya) hidayah-Nya di dalam kerja qalbu,akal pikir,inderawi,psikomotorik dan seluruh aktivitas diri.

Komentar

  1. Artikel yang sangat bermanfaat terutama bagi generasi milenial muslim sekarang ini yang ingin mengembangkan kecerdasannya melalui spirit intelegensi agar kualitas kesehatan ruhaniahnya meningkat. Mantap!

    BalasHapus
  2. Sangat mengedukasi bagi generasi milenial di zaman ini yang benar benar mulai awam akan belajar akibat pengaruh negatif gadget,sehingga dengan tips tersebut dapat membantu milenial muslim untuk belajar dan berkembang melalui metode belajar tersebut

    BalasHapus
  3. Artikel sangat bagus dan bermanfaat, di era sekarang ini memang diperlukan pendidikan agama yang lebih mendalam dari lingkungan sekolah maupun keluarga

    BalasHapus

Posting Komentar